100 Contoh Perilaku yang Tidak Mencerminkan Persatuan dan Kesatuan (Sekolah, Rumah, Masyarakat)

Contoh Perilaku yang Tidak Mencerminkan Persatuan dan Kesatuan

Indonesia adalah sebuah bangsa yang sangat besar, dengan penuh keragaman budaya, suku, ras, golongan, agama, hingga bahasa. Meskipun begitu, warga negara Indonesia dapat saling bersatu dan menerima satu sama lain di atas semua perbedaan yang ada.

Persatuan dan kesatuan menjadi penting dalam kehidupan masyarakat untuk menciptakan kerukunan, rasa saling menghormati, dan juga rasa saling peduli tanpa melihat latar belakang orang lain.

Dijelaskan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), persatuan adalah gabungan dari beberapa bagian yang telah bersatu, perserikatan atau serikat. Sedangkan, kesatuan adalah perihal satu, keesaan, satuan dan sifat tunggal.

Persatuan dan kesatuan adalah gagasan yang merujuk pada ikatan emosional dan semangat kebersamaan antara individu atau kelompok dalam suatu komunitas, negara, atau entitas nasional. Konsep persatuan dan kesatuan menekankan pada kerjasama, kemitraan, dan solidaritas di antara warga, tanpa memedulikan latar belakang suku, kepercayaan, budaya, ras, serta latar belakang sosial-ekonomi yang berbeda.

Persatuan mengacu pada kesepakatan untuk bergabung dan bersama-sama berupaya mencapai tujuan yang sama. Ini mencakup pengorbanan demi tujuan bersama, memberi prioritas pada kepentingan kolektif di atas kepentingan pribadi, serta menghargai dan menghormati hak serta martabat tiap-tiap orang.

Kesatuan, di sisi lain, mencerminkan integrasi dan keselarasan di tengah-tengah berbagai komponen masyarakat atau bangsa. Ini menggambarkan harmoni dan kesatuan di antara beragam kelompok, menciptakan kekuatan besar dan kapabilitas untuk mengatasi tantangan bersama-sama.

Contoh Perilaku yang Tidak Mencerminkan Persatuan dan Kesatuan

Materi tentang kesatuan dan persatuan selalu ada di berbagai jenjang pendidikan sekolah. Hal ini tentu saja untuk mendidik dan mengajarkan siswa akan pentingnya bersatu padu dalam kehidupan yang penuh dengan keberagaman.

Oleh sebab itu, kita sering menjumpai beberapa pertanyaan tentang contoh sikap yang mencerminkan persatuan dan kesatuan, serta contoh perilaku yang berlawanan dengan persatuan dan kesatuan.

Pada kesempatan kali ini, kita akan berfokus membahas apa saja contoh  perilaku yang tidak mencerminkan persatuan dan kesatuan di berbagai tempat, mulai dari di lingkungan sekolah, masyarakat, hingga keluarga atau rumah.

Contoh Perilaku yang Tidak Mencerminkan Persatuan dan Kesatuan di Sekolah

1. Melakukan Perkelahian dengan Teman Sekolah

Pertama, perilaku yang tidak mencerminkan persatuan dan kesatuan adalah berkelahi dengan teman sekolah. Berkelahi merusak hubungan kita dengan orang lain, menciptakan perasaan saling memusuhi, serta menghancurkan kesatuan dan persatuan.

Perkelahian di lingkungan sekolah mungkin sering terjadi dan dialami berulang kali di berbagai sekolah di Indonesia. Untuk itu, harus ada kesadaran dari setiap siswa tentang buruknya efek perkelahian, serta partisipasi guru dalam mencegah terjadinya perkelahian antar siswa.

2. Tidak Menghormati Teman yang Berbeda Agama

Persatuan dan kesatuan memiliki makna bersatu dalam keberagaman. Ketika siswa tidak bisa menghormati teman sekolahnya yang berbeda agama, maka hal tersebut merupakan tindakan yang berlawanan dengan persatuan dan kesatuan.

Perlu diingat bahwa menghormati orang lain yang berbeda agama sangat penting untuk membentuk persatuan, terlebih lagi Indonesia merupakan sebuah bangsa yang memiliki banyak sekali keberagaman termasuk keberagaman agama.

3. Tidak Mau Bekerja Sama dan Mementingkan Diri Sendiri

Sekolah merupakan tempat di mana kita perlu menjalin kerja sama dengan teman untuk menyelesaikan beberapa tugas yang diberikan oleh guru. Dalam kegiatan kerja kelompok, hendaknya siswa punya sikap mau bekerja sama dan mementingkan kepentingan bersama demi bisa menyelesaikan tugas lebih cepat.

Perilaku yang berlawanan dari persatuan dan kesatuan adalah tidak mau bekerja sama dan lebih mementingkan diri sendiri. Hal ini dapat menciptakan hubungan pertemanan yang tidak harmonis serta menghambat dalam penyelesaian tugas bersama.

4. Menghindari Berteman dengan Orang yang Berbeda Agama, Ras, Suku, atau Golongan

Contoh perilaku yang tidak mencerminkan persatuan dan kesatuan berikutnya adalah memilih-milih dalam hal pertemanan. Siswa yang hanya berteman dengan mereka yang sama agama, suku, ras, hingga golongan dapat dianggap merusak persatuan dan kesatuan.

Sebagai siswa, hendaknya kita memahami dan menerapkan sikap saling menghargai perbedaan dengan teman sekolah. Entah itu perbedaan agama, budaya, ras, suku, hingga golongan. Caranya adalah dengan mau berteman tanpa membeda-bedakan latar belakang orang lain.

5. Merendahkan Teman Sekolah

Merendahkan teman sekolah karena kekurangan yang mereka miliki atau faktor perbedaan seperti agama, ras, suku, hingga budaya merupakan perilaku yang merusak persatuan dan kesatuan. Siswa seharusnya saling menghargai dan menghormati teman sekolah tanpa melihat apa kekurangan atau perbedaan mereka dengan diri kita.

Dengan menghormati dan menghargai semua teman di sekolah, maka akan tercipta kehidupan yang rukun, bersatu, dan saling mendukung satu sama lain. Sikap ini juga dapat mencegah berbagai hal negatif seperti permusuhan dan perkelahian antar siswa.

6. Tidak Ikut Gotong Royong di Sekolah

Kegiatan gotong royong yang diadakan sekolah bukan hanya bertujuan untuk membersihkan lingkungan sekolah, namun juga untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dan persatuan antar siswa. Oleh sebab itu, siswa yang tidak mau mengikuti kegiatan gotong royong di sekolah mencerminkan sikap yang berlawanan dengan persatuan dan kesatuan.

7. Tidak Mengikuti Kegiatan Kerja Kelompok

Kerja kelompok merupakan aktivitas belajar dan mengerjakan tugas bersama yang bertujuan untuk menciptakan kedekatan antar teman sekolah. Siswa yang tidak mau ikut kegiatan kerja kelompok berarti mencerminkan perilaku yang berlawanan dengan persatuan dan kesatuan.

8. Tidak Mau Ikut Musyawarah atau Rapat Kelas

Ketika ada rapat kelas, hendaknya semua siswa di kelas mengikutinya dengan baik. Rapat atau musyawarah merupakan bentuk kegiatan untuk memperoleh sebuah keputusan bersama atas kesepakatan semua orang. Dengan diadakannya musyawarah, persatuan dan kesaturan antara siswa di kelas dapat terjaga.

9. Tidak Mau Membantu Teman yang Butuh Pertolongan

Sikap tidak mau menolong teman sekolah yang sedang butuh bantuan juga termasuk perilaku yang tidak mencerminkan persatuan dan kesatuan. Seharusnya siswa mau saling tolong menolong sesama teman, misalnya ketika teman terjatuh, teman minta tolong diajari materi pelajaran, dan sebagainya.

10. Melakukan Adu Domba terhadap Teman Sekolah

Sikap adu domba merupakan hal yang sangat buruk karena dapat menimbulkan perpecahan dan permusuhan. Siswa dilarang membuat adu domba terhadap teman sekolah, karena hal tersebut dapat merusak kerukunan dan persatuan di sekolah.

11. Mengejek atau Mengolok-olok Teman yang Berbeda

Sikap suka mengejek, merendahkan, atau mengolok-olok teman yang berbeda dari kita termasuk perbuatan tercela dan berlawanan dengan persatuan. Ketika ada teman yang berbeda agama, ciri fisik, kepintaran, atau sebagainya, maka kita harus tetap menghargai dan berteman dengan baik tanpa membeda-bedakan.

12. Berbuat Curang di Sekolah

Melakukan perbuatan curang di sekolah memang sering dilakukan siswa untuk memperoleh kemenangan atau bahkan nilai yang tinggi. Perbuatan curang seperti menyontek atau yang lainnya juga termasuk silkap yang bertentangan dengan nilai persatuan dan kesatuan.

13. Mengutamakan Kepentingan Pribadi daripada Kepentingan Umum

14. Melakukan Diskriminasi Terhadap Teman Sekolah

15. Tidak Menghargai Budaya dan Bahasa Teman Sekolah

16. Merendahkan Teman Sekolah karena Berasal dari Keluarga yang Tidak Punya

17. Tidak Mau Menghargai Pendapat Teman Sekolah

18. Bersikap Sombong dan Merasa Paling Pintar

19. Melakukan Perundungan Terhadap Teman Sekolah

20. Membuat Kegaduhan dan Kerusuhan di Sekolah

Contoh Perilaku yang Tidak Mencerminkan Persatuan dan Kesatuan di Masyarakat

1. Melanggar Peraturan dan Norma yang Berlaku di Masyarakat

Perilaku yang bertentangan dengan persatuan dan kesatuan di masyarakat yang pertama adalah melanggar aturan serta norma yang berlaku. Aturan merupakan sesuatu yang dibentuk untuk mengatur dan menertibkan, sedangkan norma adalah pedoman perilaku yang sudah ada dalam kehidupan masyarakat.

Jika dua hal penting ini dilanggar, maka akan terjadi beberapa permasalahan seperti rusaknya ketertiban di dalam masyarakat, hilangnya norma kesopanan dan perilaku yang baik, serta rusaknya persatuan dan kesatuan.

2. Tidak Menghormati Tetangga yang Berbeda Agama

Dalam kehidupan bermasyarakat, keberagaman agama merupakan salah satu hal yang sering ditemui. Kita mungkin memiliki beberapa tetangga yang berbeda agama. Sikap yang benar adalah harus saling toleransi dan menghargai kepercayaan orang lain. Kita juga harus berusaha memperlakukan tetangga yang berbeda agama dengan baik tanpa merendahkan atau mendiskriminasi mereka.

3. Tidak Mau Ikut Gotong Royong di Desa

Gotong royong di desa merupakan kegiatan rutin yang biasa diadakan desa dengan tujuan untuk membantu masyarakat, membersihkan lingkungan desa, hingga memaksimalkan pembangunan di desa.

Selain itu, gotong royong juga menjadi sarana untuk berkomunikasi, saling bertemu, dan menjalin hubungan baik antar masyarakat. Orang yang tidak mau ikut dalam kegiatan gotong royong berarti berlawanan dengan sikap persatuan dan kesatuan di masyarakat.

4. Tidak Menghargai Pendapat Orang Lain dalam Musyawarah

Kegiatan musyawarah desa biasanya diadakan untuk memutuskan sesuatu hal yang penting secara bersama atas persetujuan semua masyarakat. Dalam kegiatan rapat atau musyawarah, kita hendaknya menghargai pendapat orang lain dan tidak memaksakan pendapat pribadi kepada mereka.

5. Tidak Menghargai Budaya Masyarakat Lain

Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak sekali budaya, bahkan tiap-tiap daerah memiliki budaya yang berbeda-beda. Untuk menyikapi hal ini, kita sepatutnya menghargai budaya masyarakat lain, tidak menghina, dan tidak merendahkan mereka. Dengan begitu, persatuan dan kesatuan masyarakat secara luas dapat terjaga dengan baik.

6. Tidak Mau Membantu Tetangga yang Sedang Kesulitan

Selanjutnya, sikap yang tidak mencerminkan persatuan dan kesatuan di masyarakat adalah tidak mau menolong tetangga yang sedang kesulitan, entah karena tertimpa musibah, mengalami masalah, atau yang lainnya.

Sikap yang benar sebagai tetangga adalah kita harus mau menolong tetangga yang sedang butuh bantuan. Misalnya tetangga mengalami kesulitan ekonomi dan ingin meminjam uang ke kita, maka kita bisa meminjamkan uang. Misalnya juga, ketika tetangga butuh kendaraan untuk pergi ke rumah sakit, kita perlu meminjamkan kendaraan demi keselamatan tetangga.

7. Menyebar Informasi Hoax, Sara, atau Bohong di Lingkungan Masyarakat

Ketika mendapat suatu berita yang heboh, sebaiknya kita memastikan apakah informasi di dalamnya benar atau tidak. Sebab informasi hoax, sara, atau bohong dapat merusak persatuan dan kesatuan, serta menimbulkan rasa saling membenci di masyarakat.

8. Berprasangka Buruk Terhadap Orang Lain

Kebiasaan suka berprasangka buruk terhadap tetangga dan anggota masyarakat sangat penting untuk dihindari. Hal ini dapat menimbulkan perpecahan, permusuhan, serta rasa saling benci. Hendaknya kita membiasakan diri berprasangka baik terhadap tetangga sekitar dan tidak menuduh hal-hal yang buruk.

9. Menjauhi Tetangga yang Berbeda

Menjauhi tetangga yang berbeda agama, budaya, ras, suku, golongan, hingga kondisi ekonomi termasuk perilaku yang tidak mencerminkan persatuan dan kesatuan. Sikap ini menandakan bahwa seseorang merasa paling benar, paling tinggi, dan merasa tidak pantas bersama orang yang dianggapnya lebih rendah.

10. Mementingkan Kepentingan Pribadi dibanding Kepentingan Masyarakat

11. Bersikap Kasar dan Berbicara Kotor di Lingkungan Masyarakat

12. Sering Memusuhi Orang Lain

13. Melakukan Adu Domba di dalam Masyarakat

13. Menyebarkan Kebencian di Lingkungan Masyarakat

14. Memfitnah Orang Lain

15. Berlaku Diskriminatif Terhadap Kelompok Masyarakat Tertentu

16. Menghasut Suatu Kelompok Masyarakat

17. Tidak Menghargai Berbagai Bentuk Keberagaman di Masyarakat

18. Berbuat Kerusuhan dan Kegaduhan di Lingkungan Masyarakat

19. Melanggar Hak Orang Lain

20. Menghindari Komunikasi dan Pergaulan dengan Masyarakat Sekitar

21. Tidak Tepat Waktu dalam Urusan di dalam Masyarakat

22. Menggunakan Cara Kekerasan untuk Menyelesaikan Suatu Masalah

23. Tidak Menghargai Hari Raya Agama atau Acara Adat Masyarakat Lain

Contoh Perilaku yang Tidak Mencerminkan Persatuan dan Kesatuan di Rumah atau Keluarga

1. Tidak Hormat dan Patuh Terhadap Orang Tua di Rumah

Perilaku yang tidak mencerminkan persatuan dan kesatuan di rumah yang pertama adalah tidak hormat dan patuh terhadap kedua orang tua. Sikap seperti ini menciptakan permasalahan, rasa tegang, serta kebencian di dalam keluarga. Sebagai seorang anak, hendaknya kita berbakti terhadap kedua orang tua, menghargai, juga menghormati mereka.

2. Tidak Mau Membantu Anggota Keluarga yang Sedang Kesulitan

Ketika ada anggota keluarga yang mengalami suatu masalah atau kesulitan, sikap yang benar adalah kita harus mau menolong mereka. Sebab anggota keluarga adalah orang yang sangat penting dan berjasa besar bagi hidup kita.

3. Bermusuhan dengan Saudara (Kakak atau Adik)

Perilaku bermusuhan dengan kakak atau adik di rumah merupakan contoh kecil dari sikap yang bertentangan dengan kesatuan dan persatuan. Hendaknya dengan saudara di rumah bisa rukun, saling menghargai, dan saling menyayangi.

4. Tidak Mau Ikut Kegiatan Bersama Keluarga di Rumah seperti Kerja Bakti

Sikap tidak mau ikut kegiatan bersama dengan keluarga di rumah juga merupakan sikap yang berlawanan dengan persatuan dan kesatuan. Padahal kegiatan yang dilakukan bersama ini bertujuan untuk membentuk kerukunan, rasa saling menyayangi, dan melatih kerja sama yang baik.

5. Tidak Menghormati yang Lebih Tua dan Tidak Menyayangi yang Lebih Muda

Selanjutnya, sikap yang tidak mencerminkan persatuan di lingkungan keluarga adalah tidak adanya rasa hormat terhadap anggota keluarga yang lebih tua atau rasa sayang terhadap yang lebih tua di rumah.

6. Tidak Mau Berbagi dengan Anggota Keluarga di Rumah

Penting bagi kita dalam membiasakan sikap berbagi dengan anggota keluarga di rumah agar tercipta kerukunan, rasa saling menyayangi, dan membentuk persatuan. Oleh karena itu, kita tidak boleh bersikap egois, pelit, dan tidak mau berbagi dengan keluarga.

7. Berperilaku Tidak Adil di dalam Keluarga

Perilaku tidak adil terhadap anggota keluarga juga dapat merusak persatuan dan kesatuan. Sikap tidak adil ini harus dihindari karena dampaknya sangat buruk bagi keharmonisan di dalam keluarga kita.

8. Tidak Menghargai Pendapat di dalam Keluarga

9. Bersikap Kasar dan Berbicara Tidak Sopan Terhadap Anggota Keluarga

10. Menyakiti Hati atau Menyinggung Perasaan Anggota Keluarga

11. Tidak Peduli Terhadap Kondisi Anggota Keluarga

12. Berbohong Terhadap Anggota Keluarga

13. Memusuhi Anggota Keluarga Sendiri

14. Tidak Mematuhi Aturan dan Norma di dalam Keluarga

15. Memiliki Prasangka Buruk Terhadap Anggota Keluarga

Makna Persatuan dan Kesatuan

1. Menyatukan Keberagaman

Dalam kehidupan sosial bermasyarakat, kita sering menemui berbagai macam perbedaan dengan orang lain, mulai dari agama, budaya, ras, golongan, hingga bahasa. Dengan adanya persatuan dan kesatuan, maka berbagai keberagaman tadi bukanlah halangan untuk saling bersatu dan menghormati satu sama lain.

2. Membangun Rasa Persaudaraan

Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri, oleh sebab itu manusia bergantung dengan orang lain dan membutuhkan persatuan yang kuat di atas berbagai perbedaan yang ada.

3. Mempersatukan dan Menjaga Keutuhan Bangsa

Indonesia merupakan bangsa yang penuh dengan keberagaman, bahkan di tiap-tiap daerah dapat ditemui keberagaman suku, budaya, bahasa, hingga adat istiadat. Persatuan dan kesatuan adalah hal yang penting untuk menciptakan kesatuan dan keutuhan sebuah bangsa.

Manfaat Persatuan dan Kesatuan

1. Menciptakan Kehidupan yang Rukun

Ketika masyarakat telah mencapai persatuan dan kesatuan, maka akan terbentuk kehidupan yang rukun, yakni kehidupan yang saling mendukung, bahagia, tidak bermusuhan, tenteram, nyaman, dan aman.

2. Memudahkan dalam Mencapai Tujuan Bersama

Dengan adanya persatuan, maka sebuah tugas, masalah, atau tujuan akan dapat dicapai lebih mudah dengan kerja keras bersama. Tanpa adanya persatuan dan kesatuan, maka sebuah tujuan akan sulit tercapai.

3. Menjaga Ketertiban dan Keteraturan

Dibentuknya sebuah aturan dan tata tertib memang untuk menciptakan keteraturan banyak orang. Hal ini juga merupakan manfaat penting yang bisa didapat dari adanya persatuan dan kesatuan.

4. Terwujudnya Kehidupan yang Serasi, Saling Menghormati, dan Menghargai

Manfaat dari adanya persatuan dan kesatuan yang bisa dirasakan secara langsung adalah terwujudnya kehidupan yang serasi, tidak ada diskriminasi, tidak adanya permusuhan, serta tumbuhnya rasa saling menghormati satu sama lain.

Akhir Kata

Sekian pembahasan kali ini tentang contoh perilaku yang tidak mencerminkan persatuan dan kesatuan di lingkungan masyarakat, sekolah, hingga rumah. Intinya, kita harus menghindari perilaku buruk yang dapat merusak persatuan dan kesatuan. Sebab dua hal ini sangat penting untuk menciptakan kerukunan, kehidupan yang damai, dan kebahagiaan bersama orang lain.

Artikel Terkait