Etnosentrisme : Pengertian, Faktor Penyebab, dan Dampaknya

Pengertian Etnosentrisme

Etnosentrisme adalah penilaian terhadap kebudayaan lain atas dasar nilai sosial dan standar budaya sendiri. Etnosentrisme sering ditanggapi ke arah negatif, apalagi dalam sebuah masyarakat multikultural yang berisi banyak sekali perbedaan budaya serta adat istiadat.

Etnosentrisme dapat menimbulkan kesalahpahaman terhadap kebudayaan satu dengan kebudayaan lain. Hal ini memicu perilaku menyimpang oleh suatu kelompok masyarakat terhadap kelompok lain. Terlepas dari definisi tersebut, pemahaman tentang etnosentrisme tidak selalu negatif.

Adanya etnosentrisme juga dapat memperkuat unsur kebudayaan suatu masyarakat, mempererat persatuan, serta saling menerima perbedaan. Untuk memahami apa itu etnosentrisme lebih luar, kita perlu mengetahui definisinya secara penuh, faktor penyebab, serta dampak yang ditimbulkan.


BAB 1: Pengertian Etnosentrisme

Pengertian Etnosentrisme secara umum adalah penilaian terhadap kebudayaan lain atas dasar nilai sosial dan standar budaya sendiri.

Etnosentrisme sebenarnya berasal dari bahasa Yunani, yaitu ethnos dan kentron. Ethnos berarti bangsa, sedangkan Kentron berarti pusat. Jadi, Etnosentrisme adalah bangsa yang menjadi sebuah pusat.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Etnosentrisme adalah sikap atau pandangan yang berpangkal pada masyarakat dan kebudayaan sendiri, biasanya disertai dengan sikap dan pandangan yang meremehkan masyarakat dan kebudayaan lain.

Mengutip dari buku Prasangka, Konflik dan Komunikasi Antarbudaya, Prof. Dr. Alo Liliweri, M.S., (2018:34), Etnosentrisme adalah dasar keyakinan dari masing-masing orang bahwa mereka selalu menduduki titik tertinggi atau paling unggul di antara bangsa-bangsa maupun catatan historis masa lalu.

Etnosentrisme Menurut Ahli

Lavine dan Campbell

Etnosentrisme adalah pandangan suatu kelompok yang berasal dari budaya tertentu menilai budaya yang lain yang memiliki nilai sosial berbeda dengan kebudayaannya.

Taylor, Peplau, dan Sears

Definisi dari etnosentrisme adalah pandangan suatu kelompok masyarakat yang menganggap kebudayaannya lebih superior dibanding kebudayaan lain.

Harris

Pengertian etnosentrisme adalah kecenderungan seseorang menganggap kelompoknya lebih baik dari kelompok lain sehingga mendorong tindakan-tindakan yang tidak rasional, seperti kekerasan, peperangan, dan lainnya.

Hogg

Etnosentrisme merupakan kegiatan yang melibatkan atribusi internal dan eksternal dalam kehidupan masyarakat.

Coleman dan Cressey

Etnosentrisme adalah seseorang yang berasal dari kelompok etnis yang cenderung melihat dan menganggap budaya mereka lebih baik dari sifat budaya lain.

Hariyono

Istilah etnosentrisme merupakan perasaan in group dan out group dalam dasar sikap yang dilakukan seseorang.


BAB 2: Faktor Penyebab Etnosentrisme

Etnosentrisme menjadi suatu sikap membandingkan suatu budaya atau kelompok yang didasari pada penilaian secara subjektif. Etnosentrisme sebenarnya bisa terjadi karena beberapa faktor penyebab seperti sejarah, pluralitas bangsa, dan politik.

Sejarah

Sejarah menjadi catatan masa lalu yang menyimpan banyak kejadian dari suatu kebudayaan atau kelompok tertentu. Peristiwa-peristiwa sejarah suatu kelompok menjadi dasar kelompok tersebut menganggap dirinya yang lebih baik dan unggul dari kelompok lain.

Pluralitas Bangsa

Etnosentrisme sering terjadi dalam suatu Negara dengan banyak suku, ras, agama, dan golongan. Bangsa Indonesia adalah salah satu yang memiliki banyak sekali perbedaan, kondisi ini sering menimbulkan etnosentrisme oleh masing-masing kelompok.

Politik

Faktor politik berkaitan dengan rasa fanatisme terhadap identitas yang melekat pada suatu kelompok yang berusaha mencapai tujuan secara politik.


BAB 3: Dampak Etnosentrisme

Etnosentrisme yang merupakan sikap saling membandingkan suatu kelompok atau kebudayaan sering dinilai negatif, padahal ada juga beberapa dapat positif etnosentrisme, berikut ini lebih lengkapnya.

Dampak Negatif

1. Timbulnya konflik horizontal

Adanya etnosentrisme dapat menyebabkan terjadinya konflik horizontal, yaitu konflik yang umumnya terjadi di masyarakat atau kelompok dengan kedudukan relatif sama, contohnya konflik Sampit di Kalimantan Tengah.

2. Menghambat integrasi

Terjadinya etnosentrisme dapat menghambat integrasi suatu budaya. Kondisi ini sangat buruk bagi perkembangan antara satu kelompok dengan kelompok lain yang bermasalah.

3. Menghambat perkembangan ilmu pengetahuan

Etnosentrisme menciptakan sebuah pandangan yang mengedepankan sisi subjektivitas dibanding objektivitas dalam menilai sesuatu. Hal ini menimbulkan terhambatnya ilmu pengetahuan dan wawasan dalam kelompok tersebut.

Dampak Positif

1. Kecintaan terhadap budaya sendiri meningkat

Etnosentrisme lekat dengan istilah melebih-lebihkan dan menjunjung tinggi kebudayaan maupun kelompoknya sendiri. Hal ini ternyata dapat memberikan dampak positif, yaitu meningkatnya kecintaan terhadap budayanya sendiri.

2. Menjaga dan mempertahankan multikultur masyarakat

Bangsa Indonesia terdiri dari banyak suku, bahasa, agama, dan kebudayaan. Etnosentrisme bisa memberi dampak positif, yaitu mempertahankan dan menjaga multikulturalisme sebagai identitas suatu bangsa. Itu karena Bangsa Indonesia tidak bisa berdiri tanpa adanya perbedaan, ragam suku, agama, dan kebudayaan.

3. Menumbuhkan jiwa patriotisme

Seseorang yang memiliki paham etnosentrisme memiliki jiwa yang kuat dalam membela identitasnya. Hal ini akan membawa dampak baik untuk menumbuhkan rasa patriotisme.


BAB 4: Penutup

Kesimpulannya, etnosentrisme adalah penilaian terhadap kebudayaan lain atas dasar nilai budaya sendiri. Etnosentrisme menjelaskan bahwa manusia memiliki kecenderungan mengikuti naluri biologisnya untuk mementingkan diri sendiri dan menganggap unggul dari orang lain.

Walaupun dianggap mengandung nilai negatif, etnosentrisme bisa memberi dampak positif yang baik bagi suatu budaya maupun kelompok. Yang paling menonjol adalah sikap patriotisme dan meningkatkan kecintaan terhadap budaya sendiri. Selain itu, etnosentrisme juga dapat menjaga dan mempertahankan multikultur suatu bangsa.

Artikel Terkait