Peluang Usaha Ternak Lele Yang Menguntungkan

Usaha Ternak Lele
Ternak lele kolam tabung

Usaha Ternak Lele – Untuk menciptakan kesuksesan memang memerlukan berbagai tahapan sesuai apa yang ingin anda kembangkan. Pada saat ini peluang untuk menciptakan sebuah kesuksesan memang tidak mudah. Tapi sisi positifnya semakin banyak saat ini berbagai cara yang bisa dilakukan oleh berbagai kalangan. Memang kaum muda juga tidak ada salahnya dalam memulai kesuksesan besar sejak kecil. Saya sendiri mau mencoba sukses dengan usaha menulis artikel atau blogging sambil sekolah. Namun, jika anda belum mengerti tentang usaha online mungkin anda bisa memulai usaha pribadi didunia nyata.

Berbagai kegiatan bisa menciptakan peluang kesuksesan, bahkan hobi bisa merujuk pada penghasilan yang besar. Jika anda ingin punya usaha sendiri mungkin anda perlu memilihnya terlebih dahulu mana usaha yang cocok bagi anda. Pada kesempatan kali ini, saya memberikan rekomendasi berupa usaha ternak atau budidaya. Usaha ini cukup menjanjikan bagi yang konsisten mengembangkannya. Untuk memulai bisnis ternak anda tentukan dulu mau tenak apa. Nah, jika anda ingin usaha ternak lele maka silahkan ikuti tatacara yang benar dalam memulai Usaha Ternak Lele dengan modal yang tidak banyak.

1. Menyiapkan Kolam Lele

Jika anda sudah siap untuk memulai Usaha Ternak Lele, maka anda perlu menyiapkan kolamnya untuk tahap paling awal. Penyiapan kolam sangat penting untuk menentukan bagaimana pertumbuhan bibit lele apakah maksimal atau kurang bagus. Untuk membuat kolam bisa dilakukan dengan banyak cara, hanya saja menyesuaikan modal yang anda miliki misalnya jika anda punya modal yang cukup banyak maka buatlah kolam beton, jika modal terbatas anda bisa membuat kolam terpal saja. Nah, jika anda ingin membuat kolam dari terpal, ikuti cara berikut.

  • Pertama anda harus mengukur dulu rencana kolam yang akan anda buat. Saya sarankan anda membuat kolam 2,5×4 meter untuk ukuran pemberian bibit sekitar 500-1000 ekor lele.
  • Teknik membuat kolam terpal ialah menggali tanah dengan lubang yang cukup dalam yakni 50 cm dan memiliku ukuran sesuai diatas. Hal ini penting sekali untuk menghemat modal kita dalam usaha ini.
  • Jika lubang dan terpal sudah siap, jangan lupa lapisi pinggir terpal dengan bambu agar lebih kokoh bentuknya.
  • Terakhir buatlah kolam sebanyak mungkin sesuai yang anda bisa buat dengan modal yang dimiliki.

Memang perencaan kolam tidak boleh sembarangan karena jumlah bibit lele dengan ukuran kolam harus sesuai. Jika terlalu sempit akan membuat lele cepat mati, istilahnya lele bosan dikolam sempit. Jika terlalu besar malah boros lahan dan tentunya boros air. Itulah mengapa dalam 1000 bibit lele memerlukan kolam cukup luas yakni 2,5×4 meter untuk setiap kolam.

2. Pemberian Air

Memberikan air memang sebuah tahapan yang juga bisa menentukan hasil panen ternak lele anda. Memberikan air memang segala jenisnya boleh, tapi lebih baik anda tidak memberikan air yang mengandung bahan kimia, misalnya air limbah, air sisa pestisida dan lainnya. Air yang dapat digunakan untuk usaha ternak lele anda adalah air sumur, air pam, air sungai. Lebih baik anda hindari menggunakan air PDAM dan air hujan karena memiliki tingkat keasaman yang lebih tinggi dari air biasa.

Memberi air harus sesuai jadwal yakni : pertama berikan air setinggi 50 cm, setelah 4 minggu naikkan ke 70 cm, setelah 7 minggu naikkan ke 90 cm dan setelah 10 minggu naikkan lagi ke 110 cm. pengaturan isi air ini sangat berguna bagi pertumbuhan bibit lele yang mengalami perkembangan pesat setiap minggunya. Penggaturan air juga sangat berguna untuk memperluas tempat hidup bibit lele.

Jangan lupa untuk memberikan kompos 15KG kedalam kolam dan menunggu hingga pengomposan selesai 7 hari. Sebelum proses itu selesai, anda tidak seharunya memasukkan bibit kekolam karena tujuan pengomposan tersebut adalah menyesuaikan kondisi air yang disukai lele dan juga untuk menumbuhkan plankton dan hewan kecil lainnya. Perlu diingat bahwa pupuk kompos yang digunakan tidak boleh mengandung bahan kimia / buatan pabrik, jika bisa anda gunakan kompos organik dari kotoran hewan.

3. Menyiapkan Bibit

Memilih bibit memang tidak susah, karena hanya memilih jenis saja yang disesuaikan dengan produktifitas lele. Mungkin anda bisa membeli bibit lele yang berkualitas dan memiliki nilai jual tinggi didaerah anda. Hal-hal yang perlu diketahui jika bibit anda sudah siap, nah mari simak apa saja kriteria memilih atau mengetahui bibit yang baik untuk usaha ternak lele.

  • Menebar bibit dalam setiap kolam yang telah dibuat tadinya berkisar 500-1000 bibit lele yang tidak boleh lebih atau kurang. Jika anda memang ingin panen maksmial maka tebarlah bibit sekita 900 ekor untuk setiap kolam yang telah anda buat tadi.
  • Waktu penebaran bisa dilakukan setelah 7 hari pemberian kompos kedalam kolam. Dengan ini, kualitas air cocok sekali digunakan untuk tempat hidup lele agar lebih cepat besar.
  • Untuk menebar bibit, anda lebih baik menaruh wadahnya langsung kedalam kolam sehingga bibit lele otomatis keluar sendiri untuk menyesuaikan keadaan kolam.
  • Jika terihat bibit lari kencang dan gesit, berenang keatas atau kebawah maka tandanya bibit lele sudah baik dan siap untuk hidup maksimal didalam medianya.

Dengan melakukan penebaran bibit yang optimal maka nantinya diharapkan bibit lebih cepat berkembang. Selain itu, tahap untuk tumbuh akan berpeluang dengan hasil lele yang maksimal dan lebih besar dari lele norma. Ratenya lumayan bagus dalam pembibitan tersebut.

4. Mengatasi Penyakit

Hari pertama sampai ketujuh memang sangat rawan untuk lele terserang berbagai penyakit. Karena itu utuk menangani hal tersebut anda bisa melakukan cara sederhana untuk mencegah bibit penyakit. Caranya kita bisa menaburi garam dapur atau garam murahan (garam krosok) untuk diberikan 30 gram 3 kali. Pemberian garam bertujuan untuk membutuh penyakit yang bisa saja menyerang bibit lele seperti : white spot ( bintik putih ), cendawan, borok, dan cacingan.

Dalam mengatasi penyakit pada lele, anda juga bisa memberikan obat khusus untuk ikan. Sayangnya harga yang dipatok cukup mahal sehingga boleh-boleh saja memakainya atau hanya dengan garam. Mungkin dalam hal penyakit sudah teratasi dengan baik sehingga kita perlu mengetahui tahap selanjutnya.

5. Saran Pemberian Pakan

Sebenarnya untuk memberikan pakan boleh sesuai keinginan anda. Namun, jika anda ingin usaha ternak lele anda lebih bagus maka aturlah jadwal pemberian pakan. Saran pada peternal lele ialah memberikan pakan 4 kali sehari dengan jadwal jam 9 pagi, 12 siang,17 sore,21 malam. Itu sudah sesuai pengaturan waktu yang maksmial dalam menentukan kapan lele butuh makan dan juga sebagai pemenuh yang optimal. Oleh karena itu silahkan ikuti cara tersebut untuk memberikan pakan untuk usaha ternak lele anda.

Nah, tahapan yang terakhir adalah menunggu hingga masa panen sekitar 90 hari, lele sudah siap panen dan dapat anda jual langsung kepengepul atau pasar-pasar. Mungkin pematokan harga bisa anda sesuaikan sendiri tergantung harga pasaran dilokasi anda. Unuk perhitungan panen memang sangat cepat karena mengikuti langkah ternak lele dengan benar sesuai kriteria diatas.

 Lihat juga : Peluang usaha di desa

Untuk itu, anda bisa menoba usaha ternak lele, karena budidayakan lele cukup mudah dilakukan dengan perlakuan yang simpel. Yang pasti anda perlu menyiapkan modal untuk pembuatan kolam, bibit lele, pakan lele, garam dan perlengkapan lainnya. Oke, kali ini saya akhiri dulu artikel tentang cara ternak lele atau cara budidaya lele yang mudah sekali dilakukan tanpa repot. Jangan lupa untuk menyimak artikel menarik lainnya tentang bisnis atau informasi menarik lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here