Pengertian Aeroponik, Cara Kerja, Kelebihan, dan Kekurangan

Pengertian Aeroponik
Pengertian aeroponik

Apa Itu Aeroponik ? Kata aeroponik pastinya masih asing bagi anda, memang kata ini berkaitan dengan tanaman, lebih tepatnya suatu cara penanaman. Nah, Pengertian Aeroponik berasal dari kata Aero /Air dalam bahasa inggris yang berarti Udara dan dan ponus yang memiliki arti daya. Jadi Aeroponik adalah salah satu media tanam tanpa menggunakan tanam, sebagai gantinya dibuatkan air yang disemburkan hingga berbentuk seperti gas / kabut hingga mengenai akar tumbuhan.

Berbeda dengan hidroponik yang menggunakan aliran air yang berisi nutrisi, kalau aeroponik menggunakan semburan air yang terkandung didalam air adalah zat hara dan zat penting lainnya yang dibutuhkan oleh tanaman. Teknik penanaman ini memang baru-baru ini diperkenalkan para petani yang sudah sukses dengan sistem budidaya aeroponik. Memang diperlukan pemahaman lebih dalam mengenai bagaimana menanam tanpa tanah, bahkan terbilang rumit dalam pembuatannya. Tapi jangan salah kalau hasil budidaya menggunakan aeroponik ternyata memiliki hasil yang sangat berkualitas dan bernilai jual tinggi.

Nah, mungkin jika anda mau mencoba hal baru dalam bercocok tanam bisa menggunakan sistem ini. Selain hidroponik, aeroponik juga memberikan hasil yang maksimal, tentunya tanpa berbagai pestisida dan tanamannya juga bersih tanpa sisa tanah. Berbagai manfaat, keuntungan dan kelebihan dalam budidaya ini sangat bagus. Nah, sekalian akan saya bahas semuanya pada postingan kali ini.

Alasan Memakai Sistem Aeroponik

Kita memamng hidup dinegara yang memiliki 2 musim dan pergantiannya bersiklus. Nah, karena penyesuaian tersebut muncul alasan kita untuk memakai sistem tersebut. Apa saja yang mendukung penggunaan sistem aeroponik di Indonesia.

1. Kebiasaan bertani di Indonesia sudah kerap menggunakan tanah, untuk itu dengan munculnya aeroponik akan membuat perubahan dalam bercocok tanam, apalagi sistemnya menggunakan udara. Karena itu lebih mudah, hemat lahan, tanaman lebih bagus, tanpa pestisida dan bernilai jual tinggi.

2. Indonesia memang memiliki musim yang tergolong sedikit, karena itu dengan perubahan musim yang sedikit ini memungkinkan kita untuk menjalankan budidaya terus menerus. Tidak adanya musim salju memang menguntungkan untuk tetap menggunakan aeroponik.

3. Jika menanam biasanya tergantung pada tanah, pupuk, alam maka sistem yang satu ini hanya tergantung pada nutrisi yang diberikan. Karena itulah sangat cocok digunakan dan dibudidayakan lebih mudah tidak repot mencari lokasi tanam / medianya.

4. Tidak banyak kerja karena tidak berhubungan dengan hama, pestisida, cuaca. Inilah yang menjadi alasan banyaknya petani yang beralih ke aeroponik.

5. Usia panen tergolong cepat, berkualitas, banyak, dan tanpa penyakit. Karena itulah tanaman dari aeroponik memiliki nilai jual yang tinggi.

Contoh Tanaman Untuk Aeroponik

Sebenarnya untuk memakai sistem yang satu ini anda bisa memakai berbagai jenis tumbuhan yang memiliki ukuran tidak besar dan memiliki akar yang lebih banyak. Memang tidak semua jenis tanaman bisa menggunakan sistem ini, yang paling utama adalah jenis sayuran. Jenis ini memiliki potensi maksimal dalam pembudidayaannya. Sayuran yang bisa anda pilih sangat beragam, yang paling bagus anda pilih sayuran yang harganya mahal didaerah anda untuk dijadikan usaha pertanian. Mungkin anda bisa memilih tomat, selada, brokoli, cabai dan masih banyak lagi.

Contoh tanaman aeroponik yang lainnya mungkin anda bisa mencoba mengembangkan sawi yang saat ini sudah banyak dicoba petani aeroponik. yang perlu anda ketahui lainnya ialah bagaimana cara kerja dari sistem aeroponik dan apa saja yang diperlukan dalam penanaman sistem ini.

Alat Yang Dibutuhkan

Dalam bercocok tanam menggunakan sistem ini anda perlu menyiapkan berbagai keperluan yang bisa anda gunakan untuk membuat medianya. Kali ini saya akan berikan daftar bahan yang diperlukan, jika anda ingin lebih luas mengenai bagaimana membuatnya silahkan cek di Google. Jika memang mau memulainya secara sederhana bisa mencobanya dengan bahan ini.

  • Jaringan Irigrasi Sprinkler
  • Nozzle Sprinkler
  • Pipa / Pralon
  • Pipa Etilen
  • Jet Pump (pompa air)
  • Rokc wool
  • Sterofom
  • Nutrisi Cair
  • Bibit Tanaman

Nah, yang mungkin perlu anda ketahui adalah tentang bagaimana membuat nutrisi sendiri karena dinilai lebih murah dan bagus. Untuk nutrisi yang dipakai sama seperti hidroponik, lalu bagaimana cara membuatnya ? tenang saya sudah siapkan tutorial membuat nutrisi aeroponik.

Manfaat / Kelebiahan Aeroponik

Manfaat Aeroponik ternyata sangat beragam sehingga memiliki potensi untuk dikembangkan. Ya, bagi anda yang suka dengan berkebun, pastinya ingin menghasilkan tanaman yang bagus dan berkualitas. Mungkin anda perlu coba sistem aeroponik untuk mengembangkan tanaman anda. Lebih lengkapnya berikut manfaat aeroponik.

1. Tanpa menggunakan lahan yang luas, mungkin jika anda hanya memiliki lahan sempit tapi bingung mau bercocok tanam maka anda perlu mencoba sistem aeroponik. Tentunya sistem ini dapat dipakai hemat lahan dan juga bebas mau ditaruh sesuka hati.

2. Lebih ringan pengerjaannya, berbeda dengan menanam tanaman biasa memang perlu tenaga yang lebih karena membutuhkan perawatan lebih. Untuk sistem ini kita bisa menghemat tenaga tanpa perlu susah payah merawatnya.

3. Akar tanaman terbilang berpotensi menerima banyak oksigen karena posisinya mengantung diudara, sehingga berkenaan langsung dengan udara.

4. Tentunya ramah lingungan tanpa pestisida dan yang paling penting adalah hemat air dan juga tidak perlu menggunakan pupuk.

5. Tanpa menggunakan tanam, inilah keunggulan yang dijadikan peluang bagi yang memiliki lahan sempit, mungkin bisa dicoba sistem ini.

6. Hasil tanaman bersih dan tidak mengandung zat berbahaya karena hanya menggunakan uap air berisi nutrisi / zat hara sebagai makanannya.

7. Hasil panen memiliki nilai jual yang tinggi dan mudah sekali untuk dijual diberbagai pasar, mall dan lainnya karena tanaman hasil panen bersih dan baik.

Kekurangan Aeroponik

Bukan hanya kelebihan saja, namun ada beberapa kekurangan yang menjadi penghalang para petani untuk mengembangkan sistem ini. Memang lebih banyak kelebihannya dari pada kekurangannya, tapi jika tidak mengetahui lebih jelas mengenai aeroponik akan kesusahan menjalankannya. Lalu apa saja kekurangan dari sistem ini ? berikut penjelasannya.

1. Membutuhkan keahlian khusus, memang jenis sistem ini perlu tahu bagaimana pembuatan media dan nutrisi. Tapi itu semua bisa dipelajari dengan mudah.

2. Perlu alat yang sulit ditemukan, ya terkadang saat didesa para petani terhalang akan perlengkapan yang dibutuhkan saat mengembangkan budidaya ini.

3. Membutuhkan modal yang lebih karena perlu menyiapkan media tanam, nutrisi dan lainnya. Jika bercocok tanam ditanah yang perlu disiapkan hanya bibitnya saja.

Nah, demikian penjelasan lengkap mengenai pengertian aeroponik dan seluk beluk mengenainya. pada intinya, sistem ini merupakan salah satu sistem penanaman yang menggunakan embun / gas air nutrisi yang dijadikan sebagai bahan untuk hidup dan berkembang. Sistem ini menyemprotkan gas keakar dalam jangna waktu 5-20 menit karena dalam sekali semprot nutrisinya dapat bertahan 15 menitan. Untuk itu harus kreatif dalam membuat semprotan otomatis, atau anda juga bisa membelinya ditoko pertukangan / elekronik yang menyediakan semprotan otomatis.

Lihat juga : Peluang usaha ternak lele

Mungkin jika memang anda ingin mencobanya silahkan pelajari lebih lanjut, kalau bisa tonton tutorialnya yang berbentuk video di youtube agar mudah paham. Oke, sekian pembahasan mengenai pengertian aeroponik, manfaat, bahan, kelebihan, dan kekurangan aeroponik. Jangan lupa untuk simak artikel menarik lainnya dari saya.

Tinggalkan Balasan