Jawaban yang paling tepat adalah guru.
Tomlinson (2001: 45) mendefinisikan Pembelajaran Berdiferensiasi sebagai upaya guru untuk menyesuaikan proses belajar mengajar di kelas agar memenuhi kebutuhan belajar individu setiap murid. Dalam setiap pembelajaran, guru dihadapkan pada keragaman murid dalam berbagai bentuk. Setiap murid memiliki kelebihan, kekurangan, gaya belajar, dan minat yang berbeda. Ada yang terampil menghitung, ada yang lebih suka tampil dan berbicara, dan ada juga yang suka berkegiatan kelompok. Ada yang kesulitan memahami bahan ajar sehingga membutuhkan bantuan guru atau murid lain. Dan berbagai bentuk keberagaman lainnya. Setiap guru selalu menghadapi tantangan ini.
Guru memberikan perhatian terhadap keberbedaan murid dan melakukan berbagai penyesuaian untuk memastikan setiap murid terlayani kebutuhannya dengan nyaman dan bahagia. Namun, ada juga yang secara sadar atau tidak sadar tidak merasakan perbedaan ini dan bahkan menganggapnya tidak penting. Inilah esensi dari Pembelajaran Berdiferensiasi (Kemdikbud: 2021).
Kepala Sekolah dan Orang Tua Murid
Kepala sekolah merupakan sosok pemimpin sekolah yang memiliki tanggung jawab dalam mengatur sekolah, guru, maupun aspek implementasi materi pembelajaran. Orang tua murid juga memiliki tanggung jawab dalam mendidik dan mengarahkan anak untuk belajar dengan baik.