Kehidupan di dunia ini memiliki keberagaman yang sangat luas. Di berbagai lingkungan tempat manusia berada, mulai dari di rumah, sekolah, tempat kerja, hingga lingkungan masyarakat terdapat berbagai macam perbedaan. Perbedaan yang dimaksud adalah tentang agama, ras, suku, bahasa, kebudayaan, ciri fisik, hingga pendapat.
Untuk menyikapi banyaknya perbedaan antara satu individu dengan individu lain atau kelompok, kita tentunya harus menerapkan sikap toleransi. Tujuannya agar kehidupan sosial dapat menciptakan kerukunan, ikatan persaudaraan yang kuat, rasa aman, serta kedamaian.
Sesuai judul pada artikel ini, kita akan membahas berbagai contoh sikap toleransi di sekolah yang perlu diterapkan oleh semua warga sekolah termasuk murid, guru, hingga pegawai sekolah. Namun sebelum itu, pahami dulu apa itu toleransi di bawah ini.
Menurut KBBI, toleransi adalah [1] sifat atau sikap toleran [2] batas ukur untuk penambahan atau pengurangan yang masih diperbolehkan [3] penyimpangan yang masih dapat diterima dalam pengukuran kerja.
Sedangkan secara umum, toleransi adalah suatu perilaku atau sikap manusia yang “tidak menyimpang dari hukum berlaku” disuatu negara, di mana seseorang menghormati atau menghargai setiap tindakan yang dilakukan orang lain selama masih dalam batasan tertentu.
Menurut Djohan Effendi, toleransi adalah sebuah sikap seseorang dalam menghargai segala bentuk perbedaan yang ada. Perbedaan tersebut bisa berupa perbedaan perilaku, agama hingga budaya.
Kebebasan merupakan kemampuan setiap individu dalam melakukan tindakan berdasarkan keinginan pribadinya. Sikap toleransi memiliki unsur penting dalam memberikan kebebasan serta kemerdekaan kepada orang lain.
Kedua, sikap toleransi juga memberikan pengakuan terhadap hak yang dimiliki setiap orang. jadi dalam bertoleransi, kita tidak boleh mengambil, mencuri, merampas, atau mengurangi hak milik orang lain.
Unsur penting dari toleransi adalah menghormati dan menghargai keyakinan orang lain. Keyakinan tersebut berupa agama, cara berpikir, budaya, adat, kepercayaan, dan sebagainya.
Contoh toleransi di sekolah yang pertama adalah tidak memaksakan agama kita kepada teman yang berbeda agama di sekolah. Teman berhak atas agama atau kepercayaan yang mereka yakini, jadi kita harus menghargai dan menghormati mereka.
Toleransi di lingkungan sekolah yang kedua adalah berteman dengan siapa saja di sekolah tanpa memandang perbedaan agama, suku, ras, budaya, ataupun bahasa mereka. Kita tidak boleh membeda-bedakan teman, sebab keberagaman bukanlah alasan untuk saling membenci dan bermusuhan.
Jika ada teman beda agama yang ingin melakukan ibadah, maka kita tidak boleh menghalang-halangi atau mengganggu ibadah mereka. Kita perlu diam dan tidak boleh bersuara keras demi memberi kesempatan teman untuk beribadah dengan tenang.
Ketika ada teman sekolah yang sedang dalam kesulitan atau membutuhkan pertolongan, maka kita harus menolong mereka tanpa membeda-bedakan agama, ras, suku, dan budaya. Setiap teman berhak untuk kita tolong dan mereka yang berbeda dengan kita tetap punya hak untuk diperlakukan sama seperti yang lain.
Contoh sikap toleransi di sekolah selanjutnya adalah menjenguk teman sekolah yang sedang sakit. Biasanya kegiatan ini dilakukan oleh seluruh siswa di kelas dengan beramai-ramai datang ke rumah teman yang sakit. Sikap seperti ini dapat menciptakan kerukunan serta toleransi yang kuat antara sesama teman sekolah.
Toleransi beragama sangat penting untuk diterapkan di mana pun kita berada, termasuk di lingkungan sekolah. Jangan sampai kita melakukan penghinaan dan merendahkan agama teman yang berbeda dengan kita.
Sikap toleransi selanjutnya adalah tidak mendiskriminasi atau memperlakukan teman dengan cara yang berbeda. Jadi teman yang beda agama, ras, suku, budaya, ataupun bahasa tidak boleh kita diskriminasikan.
Keberagaman ciri fisik tentu sering ditemui di lingkungan sekolah. Ciri fisik meliputi warna rambut, bentuk rambut, warna kulit, warna mata, bentuk hidung, hingga postur tubuh. Untuk menerapkan sikap toleransi dalam hal keberagaman fisik, kita tidak boleh menghina teman yang berbeda fisik dengan kita.
Sikap toleransi di sekolah selanjutnya adalah tetap menghormati dan menghargai guru walaupun berbeda agama dengan kita. Kita tidak boleh memandang guru tersebut tidak seperti guru lainnya, juga harus tetap patuh dan taat dengan perintah guru.
Ketika ada teman yang berbeda suku, agama, ras, budaya serta bahasa dengan kita, maka kita harus tetap memperlakukan mereka sejajar dengan teman yang lain. Tidak boleh kita memandang rendah teman yang berbeda dengan kita.
Toleransi juga mengharuskan kita untuk menghargai dan menghormati perayaan hari besar teman yang berbeda agama dengan kita. Artinya kita tidak boleh memandang rendah, menghina, atau mencela perayaan keagamaan orang lain.
Sikap toleran berikutnya adalah tidak makan dan minum di depan tema. yang sedang berpuasa. Alangkah baiknya makan dan minum di tempat tersembunyi agar tidak mengganggu ibadah puasa teman.
Ketika ada teman yang memiliki kekurangan fisik atau cacat fisik, kita jangan sampai menghina dan mengejek mereka. Kita wajib memperlakukan teman yang kekurangan fisik selayaknya teman yang lain, beri semangat dan dorongan juga kepada mereka agar lebih bahagia dalam menjalani hidup.
Sikap toleransi juga berkaitan dengan menghargai dan menghormati cara berpikir, keyakinan, serta pendapat orang lain. Di lingkungan sekolah, kita juga harus menghargai pendapat teman dan jangan sampai kita memaksakan pendapat pribadi kepada mereka.
Misalnya ada teman yang kurang paham tentang rumus matematika, maka kita perlu membantu dan mengajari teman tersebut apa yang kita kuasai. Dalam membantu teman, kita tidak boleh melihat latar belakang agama, asal suku, maupun kepercayaan mereka. Semua teman berhak untuk dibantu seperti dalam hal pelajaran.
Selain toleransi kepada teman dan guru di sekolah, kita juga harus toleransi dengan pegawai, karyawan, maupun staf yang ada meskipun berbeda agama, suku, ras, golongan, dan budaya. Setiap warga sekolah harus kita hargai dan hormati, tidak boleh kita merendahkan atau menghina mereka.
17. Tidak merusak atau mengotori tempat ibadah di sekolah
18. Menaati peraturan dan tata tertib sekolah
19. Melaksanakan tugas piket sesuai dengan jadwal
20. Melaksanakan perintah guru meskipun beda agama
21. Tidak menjauhi dan mengucilkan teman yang berbeda dengan kita
22. Tidak membeda-bedakan teman berdasarkan ras dan suku asal mereka
23. Menjalin pertemanan dengan siapa saja meskipun berbeda agama, suku, ras, dan golongan
24. Tidak merundung teman yang berbeda dengan kita secara fisik maupun ucapan
25. Ikut bekerja sama dalam kegiatan belajar kelompok
26. Tidak memilih-milih teman
27. Menghindari permusuhan dan pertikaian dengan teman
Nah itulah pembahasan mengenai contoh sikap toleransi di sekolah terhadap sesama teman, guru, maupun kepada pegawai yang ada di sekolah. Kesimpulannya, kita harus selalu toleran dengan siapa saja di sekolah walaupun terdapat banyak sekali perbedaan mulai dari agama, suku, ras, budaya, serta bahasa.
Toleransi dapat menciptakan hubungan baik dengan teman, guru, dan siapa saja yang ada di sekolah. Dengan toleransi, maka suasana di sekolah akan menjadi rukun, damai, tentram, dan penuh kebahagiaan.