Bos Chess.com Buka Suara Soal Alasan Blokir Akun Dewa Kipas

1 min read

Dewa Kipas Lawan GothamChess

Pooc.org – Polemik pemblokiran akun Chess.com milik Dadang Subur alias Dewa Kipas setelah mengalahkan pecatur International Master Levy Rozman alias GothamChess banyak menarik perhatian publik Indonesia.

Kasus ini merambah di ranah internasional sampai membuat Chief Operating Officer (COO) Chess.com buka suara soal alasan pemblokiran akun milik Dadang Subur.

Menurut Rensch, kasus Dewa Kipas dengan GothamChess menjadi perhatian khusus di Chess.com. Yaitu serangan online yang merujuk pada GothamChess setelah dia terang-terangan menuding Dadang melakukan kecurangan.

Menurutnya, pemblokiran akun Dewa Kipas tidak berdasarkan pada laporan yang masuk dari Rozman. Dikatakan bahwa Rozman tidak memiliki pengaruh dalam pengambilan keputusan pemblokiran akun Dadang.

Rensch yang mengepalai tim fair play beranggotakan tujuh orang di Chess.com menelaah kasus pemblokiran Dewa Kipas. Chess.com menyimpulkan bahwa langkah permainan catur Dadang amat mirip dengan bot atau program catur otomatis.

CEO Cess.com menyebut bahwa permainan yang dilakukan oleh Dadang Subur mustahil dilakukan oleh manusia. Terlebih lagi tingkat akurasi Dadang Subur terlalu tinggi, mencapai 95,3 persen, melewati Grand Master Indonesia Susanto Megaranto sebesar 94,4 persen.

Rensch yang bergelar sebagai Master mengatakan, Chess.com memiliki sebuah algoritma yang dapat mengendus kasus kecurangan dengan cara membandingkan langkah catur dengan bot atau program otomatis.

Dalam acuan penilaian, disebutkan bahwa ada batas tolok ukur yang bisa dilakukan manusia dalam bermain catur. Rensch mengibaratkan cara kerjanya mirip dengan pengawas doping di Olimpiade. Apabila seorang atlet menunjukkan prestasi yang di luar batas maka dia patut untuk dicurigai.

Jadi bukan dari laporan pemain yang membuat akun Dadang Subuh di Chess.com diblokir. Melainkan berasal dari penilaian yang menjurus pada tindakan kecurangan ke tim Fair Play yang memutuskan pemblokiran.

Disamping itu, pendukung dari pemblokiran antara lain adalah catatan kemenangan, histori browsing, hingga perilaku membuka tab secara berlebihan dan tak wajar.

Rensch juga mengatakan pihaknya siap ke pengadilan apabila ada yang tidak setuju dengan keputusan blokir ini. “Kami bertindak berdasarkan data dan bukti,” tambahnya.

Avatar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Pooc.org - All Right Reserved