Kegiatan belajar mengajar di sekolah tidak dapat dipisahkan dari peran guru yang kompeten dan berdedikasi dalam menyampaikan materi kepada siswa. Guru memiliki tanggung jawab utama sebagai pengajar mata pelajaran sekaligus pembimbing dalam pembentukan akhlak, perilaku, serta kesopanan siswa.
Sebagai sosok yang penting dalam dunia pendidikan, guru layak dihormati oleh setiap siswa. Sikap menghormati guru dapat diwujudkan melalui perilaku baik, perhatian penuh saat guru mengajar, kesopanan dalam bertutur kata, serta berbicara dengan nada ramah. Sikap-sikap ini mencerminkan penghargaan siswa terhadap guru.
Baca juga: Refleksi orang tua kepada guru
Namun, ketika siswa ingin menyampaikan kritik dan saran kepada guru, mereka perlu menggunakan bahasa yang sopan, tidak menyinggung, dan berorientasi pada perbaikan. Kritik yang diberikan sebaiknya berdasarkan fakta dan disertai saran yang menawarkan solusi atas kekurangan yang dikritik.
Untuk membantu Anda, berikut ini kami sajikan contoh kritik dan saran kepada guru yang bersifat sopan, konstruktif, dan relevan dengan berbagai situasi, seperti cara mengajar, kebiasaan terlambat, hingga metode pengajaran yang kurang efektif.
Kritik: Ibu guru terlalu sering memberi PR kepada siswa, sehingga hal tersebut menguras waktu siswa di rumah, terutama untuk istirahat atau melakukan aktivitas lain.
Saran: Saran kami, Ibu guru sebaiknya tidak terlalu sering memberi pekerjaan rumah (PR), agar siswa tidak terlalu terbebani dan memiliki waktu luang untuk istirahat atau melakukan aktivitas lain di rumah.
Kritik: Bapak guru sering terlambat memasuki ruang kelas, padahal bel dimulainya jam pelajaran sudah berbunyi.
Saran: Saya berharap agar Bapak guru lebih tepat waktu dalam mengajar, sehingga dapat menjadi teladan bagi siswa.
Kritik: Menurut saya, guru terlalu banyak menyampaikan materi berupa teori dan jarang mengajak siswa melakukan praktik langsung. Padahal praktik secara langsung dapat membuat siswa lebih memahami teori yang disampaikan.
Saran: Saran dari saya, guru perlu seimbang dalam menyampaikan teori dan praktik, sehingga siswa lebih mudah memahami dan mengingat materi yang disampaikan.
Kritik: Cara Ibu mengajar memang sangat bagus, namun suara Ibu saat menyampaikan materi kurang keras. Hal ini membuat siswa yang duduk di bangku belakang tidak dapat mendengar suara Ibu dengan jelas.
Saran: Sebaiknya suara Ibu guru saat mengajar lebih keras sedikit agar semua siswa dapat mendengar apa yang Ibu sampaikan.
Kritik: Guru tidak memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya. Padahal beberapa siswa ingin menanyakan materi-materi yang masih belum dipahami dengan baik.
Saran: Saran saya, guru sebaiknya lebih terbuka dan memberi kesempatan untuk siswa bertanya materi yang kurang dipahami.
Kritik: Ibu guru sering memarahi siswa di kelas yang kurang pintar, padahal siswa tersebut seharusnya diberi perhatian lebih.
Saran: Saran dari saya, Ibu guru seharusnya bersikap lebih baik kepada siswa yang kurang pintar, sehingga mereka lebih bersemangat untuk belajar.
Kritik: Beberapa guru di sekolah ini kurang peduli terhadap tindakan bullying, padahal ini dapat merusak mental dan semangat belajar siswa yang terkena bully.
Saran: Sebaiknya guru lebih memperhatikan tindakan bullying yang terjadi di sekolah ini. Guru harus bertindak tegas terhadap murid yang melakukan bullying agar mereka jera dan tidak mengganggu murid lain.
Kritik: Bapak guru terkesan kurang tegas dalam mengajar di kelas. Banyak siswa yang dibiarkan mengobrol dan makan di kelas selama jam pelajaran berlangsung.
Saran: Saya berharap Bapak guru lebih tegas dalam mengajar di kelas. Bapak guru harus mengawasi perilaku siswa seperti mengobrol atau makan di kelas.
1. Kritik : Bapak Guru terlalu sering memberikan pekerjaan rumah (PR) kepada siswa.
Saran : Saran saya, Bapak Guru jangan terlalu membebani siswa dengan pekerjaan rumah yang sangat banyak.
2. Kritik : Guru matematika tidak mengulangi rumus-rumus sulit yang telah diajarkan, padahal banyak siswa yang belum memahaminya.
Saran : Kepada Guru matematika, saya harap bapak guru dapat mengulangi materi dan rumus-rumus yang sulit untuk kita pahami.
3. Kritik : Guru kurang mengikuti perkembangan teknologi yang seharusnya berguna dalam kegiatan belajar mengajar.
Saran : Saran saya, guru perlu beradaptasi dengan teknologi yang dapat mendukung kegiatan belajar-mengajar, sehingga penyampaian materi lebih segar dan optimal.
4. Kritik : Ibu Guru sering telat memasuki kelas, padahal sudah masuk jam pembelajaran.
Saran : Saran saya, Ibu Guru perlu memasuki ruang kelas tepat atau sebelum jam pelajaran dimulai, agar kegiatan belajar-mengajar dapat berjalan dengan maksimal dan Ibu guru dapat menjadi contoh yang baik bagi siswa.
5. Kritik : Bapak Guru memakai bahasa yang sulit dipahami ketika proses pembelajaran.
Saran : Saran dari saya, Bapak Guru perlu menggunakan bahasa dalam mengajar yang mudah dipahami oleh siswa.
6. Kritik : Guru sering telat mengakhiri pelajaran, padahal bel istirahat telah berbunyi.
Saran : Saran saya kepada Ibu Guru adalah supaya mengakhiri jam pembelajaran tepat ketika bel istirahat berbunyi, jangan melebihi bel istirahat karena siswa juga butuh waktu istirahat.
7. Kritik : Guru olahraga terlalu banyak teori dan sedikit praktik.
Saran : Saya memberi saran supaya Bapak Guru lebih fokus dalam praktik olahraga ketimbang teori dan materi. Sebab pelajaran olahraga adalah materi yang berkaitan dengan fisik dan praktik langsung.
8. Kritik : Bapak guru sering meninggalkan kelas saat ulangan.
Saran : Saya berharap supaya Bapak Guru dapat berada di dalam kelas selama ulangan berlangsung untuk mengawasi siswa dalam mengerjakan soal.
9. Kritik : Guru kurang memperhatikan muridnya ketika pembelajaran daring atau online.
Saran : Saya berharap Ibu Guru selalu memperhatikan setiap siswanya ketika pembelajaran daring, sebab banyak siswa yang sering beralasan meninggalkan kegiatan belajar online.
10. Kritik : Guru terlalu lama melakukan pembelajaran daring.
Saran : Saran saya, Guru perlu menyampaikan materi pembelajaran tidak terlalu lama, sesuai dengan jam yang telah ditentukan.
11. Kritik : Bapak Guru tidak tepat waktu ketika memulai pembelajaran daring.
Saran : Saran saya adalah Bapak Guru supaya tepat waktu untuk memulai pembelajaran daring. Hal ini bertujuan untuk memaksimalkan waktu belajar siswa.
12. Kritik : Guru bahasa Inggris kurang interaktif dalam menyampaikan materinya.
Saran : Saran saya supaya Guru bahasa Inggris dapat memakai metode-metode pembelajaran yang menyenangkan seperti dengan musik, film, atau cerita berbahasa Inggris.
13. Kritik : Guru bahasa Indonesia terlalu sering memberi tugas siswa membuat cerpen.
Saran : Saya harap Bapak Guru tidak terlalu banyak memberi tugas cerpen kepada kami.
14. Kritik : Guru jarang membahas soal-soal hasil ujian.
Saran : Saya memberi saran supaya Guru lebih sering membahas soal-soal hasil ujian, karena memahami soal tersebut sangat penting untuk menghadapi ujian berikutnya.
15. Kritik : Guru Sejarah jarang bercerita tentang sejarah, padahal sejarah erat dengan cerita masa lalu.
Saran : Saran saya supaya Ibu Guru sering bercerita tentang sejarah. Selain mudah dipahami, cerita sejarah juga menyenangkan dan disukai siswa.
16. Kritik : Guru Agama jarang menyampaikan praktik langsung dari materi yang telah disampaikan.
Saran : Saran saya kepada Guru Agama supaya sering menyampaikan materi pembelajaran agama disertai dengan praktik. Misalnya tata cara berwudhu, tholat, tayamum, dan sebagainya.
17. Kritik : Guru PPL kurang interaktif dalam menyampaikan materi pembelajaran.
Saran : Saya memberi saran supaya Guru PPL lebih kreatif dalam menyampaikan materi pembelajaran, misalnya dengan permainan atau cerita yang interaktif.
18. Kritik : Ibu Guru sering memberi PR yang tidak sesuai dengan materi yang baru disampaikan.
Saran : Saran saya supaya Ibu Guru dapat memberi PR yang sesuai dengan materi yang baru disampaikan, supaya siswa lebih mudah memahami dan mengerjakannya.
19. Kritik : Guru selalu memberi PR yang sangat banyak.
Saran : Saran saya adalah Ibu Guru jangan memberi PR terlalu banyak, karena siswa juga butuh waktu di rumah untuk istirahat dan melakukan aktivitas lain.
20. Kritik : Bapak Guru menyampaikan materi pembelajaran terlalu cepat.
Saran : Saya berharap Bapak Guru dapat menyampaikan materi pembelajaran secara pelan-pelan supaya siswa mudah memahaminya.
21. Kritik : Ibu Guru Wali Kelas kurang memperhatikan nilai peserta didiknya.
Saran : Saya berharap supaya Ibu Guru Wali Kelas selalu memperhatikan nilai dan perkembangan hasil belajar di kelas kami.
22. Kritik : Ibu Guru kurang memahami teknologi yang penting dalam proses belajar-mengajar.
Saran : Saran saya, Ibu Guru perlu menambah skill tentang teknologi, supaya lebih mudah memakainya dalam kegiatan pembelajaran.
23. Kritik : Ibu Guru terlalu awal memulai jam pembelajaran, padahal bel masuk belum berbunyi.
Saran : Saran saya kepada Ibu Guru adalah supaya Ibu dapat memulai jam pembelajaran tepat ketika bel masuk berbunyi.
24. Kritik : Ibu Guru sering memarahi siswanya yang kurang paham.
Saran : Saran dari saya, Ibu Guru jangan memarahi siswa yang belum paham, karena siswa bisa kehilangan semangat dalam belajar ketika sering dimarahi.
25. Kritik : Ibu Guru kurang peduli dengan siswanya yang memperoleh nilai rendah.
Saran : Saya berharap Ibu Guru juga memperhatikan siswanya yang memiliki nilai rendah.
26. Kritik : Bapak Guru terlalu sering telat memasuki kelas saat jam pelajaran dimulai.
Saran : Saya memberi saran supaya Bapak Guru lebih tepat waktu dalam memasuki kelas ketika jam pelajaran dimulai, agar pembelajaran dapat maksimal.
27. Kritik : Guru terlalu sering memberi ulangan harian.
Saran : Saran saya, Guru jangan terlalu sering memberikan ulangan harian, terlebih ketika materi pembelajaran belum disampaikan.
28. Kritik : Guru terlalu membatasi siswa untuk bertanya.
Saran : Saya harap Guru lebih terbuka dan menerima pertanyaan yang disampaikan oleh siswa terkait materi pembelajaran.
29. Kritik : Guru menyampaikan materi pembelajaran terlalu rumit dan membuat kami sulit memahaminya.
Saran : Saran saya supaya Guru dapat menyampaikan materi pembelajaran dengan lebih baik, agar kami mudah memahaminya.
30 Kritik : Ibu Guru jarang memberi pekerjaan rumah (PR) kepada siswa.
Saran : Saya punya saran supaya Ibu Guru memberi PR juga kepada siswa, supaya siswa tidak lupa dengan materi yang baru disampaikan.
1. Menurut saya, cara mengajar yang Ibu guru sampaikan kurang interaktif dan menarik, sehingga terasa monoton. Ibu sebaiknya menyampaikan materi dengan cara yang lebih menarik dan interaktif.
2. Saya menghargai upaya Ibu guru dalam memberi berbagai macam tugas kepada siswa, namun saya berharap Ibu guru tidak berlebihan dalam memberi tugas sehingga tidak menguras waktu siswa.
3. Saya suka dengan cara Ibu dalam menyampaikan materi, namun saya berharap Ibu lebih memperhatikan siswa di kelas karena banyak siswa yang mengobrol dan kurang memperhatikan.
4. Menurut saya, Bapak guru lebih banyak menyampaikan teori daripada praktik. Saya harap Bapak lebih seimbang dalam menyampaikan teori dan praktik, sehingga siswa lebih mudah menyerap materi pelajaran.
Kritik harus didasarkan pada fakta apa adanya. Misal ketika kita sering mendapati guru telat memasuki ruang kelas, kita berhak mengeluarkan kritik atas hal tersebut.
Namun jika dalam keadaan sebenarnya si guru tidak pernah datang terlambat, maka kita tidak memiliki dasar untuk mengkritik kalau guru itu suka telat.
Mengeluarkan kritik kepada orang seumuran saja harus memakai bahasa yang baik, apalagi kepada guru kita. Bahasa yang dipakai harus sopan, menggunakan kata baku, atau bisa juga menggunakan bahasa daerah masing-masing yang sifatnya sopan.
Hindari memakai kata-kata yang dapat menyinggung perasaan seorang guru. Tujuan kritik bukan untuk menjatuhkan, tapi untuk membangun menjadi lebih baik lagi.
Satu lagi, jangan lupa berikan saran yang tepat atas apa yang Anda kritik. Misalnya mengkritik guru terlalu sering menyampaikan teori tanpa praktif, maka saran yang tepat adalah guru sebaiknya seimbang dalam menyampaikan teori dan praktik agar pembelajaran lebih optimal.
Baca juga: Pujian untuk seorang guru
Nah, dari pembahasan di atas, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa boleh saja mengkritik guru, asal ada dasar dan fakta aslinya tentang kekurangan atau hal negatif yang dilakukan guru.
Kritik bukan berarti menjatuhkan, menjelekkan, atau menyinggung guru. Kritik tujuan utamanya agar guru menjadi lebih baik lagi dalam mendidik karena guru adalah teladan siswa di sekolah.
Menyampaikan kritik pun harus berhati-hati. Biasakan memakai bahasa yang halus, sopan, dan tidak menusuk perasaan. Kritik yang baik dapat membuat guru menghargai kita dan menerima hal-hal yang kita kritik.