20 Contoh Perilaku Santun di Keluarga yang Harus Diketahui

Contoh Perilaku Santun di Keluarga

Contoh Perilaku Santun di Keluarga – Santun adalah adab dan sikap baik yang harus dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari di mana pun dan kepada siapa pun. Sopan santun bahkan telah diajarkan orang tua sejak kita masih kecil agar ketika dewasa kita menjadi pribadi yang memiliki adab kesopanan dalam berperilaku.

Dijelaskan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), santun adalah: 1. halus dan baik budi (budi bahasanya, tingkah lakunya), sabar, dan tenang, sopan, 2. penuh rasa belas kasih, suka menolong. Jadi sopan santun merupakan perbuatan dan perilaku yang baik terhadap orang lain berupa belas kasih, kesopanan, sabar, halus, hingga suka menolong.

Santun hendaknya diterapkan di mana saja kita berada, mulai dari di lingkungan keluarga atau rumah, lingkungan sekolah, hingga lingkungan masyarakat. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas contoh sikap santun di lingkungan keluarga.

Contoh Perilaku Santun di Keluarga

Perilaku santun di keluarga meliputi berbuatan baik yang ditujukan terhadap saudara (kakak atau adik), orang tua (ayah dan ibu), hingga semua anggota keluarga yang ada di rumah. Berikut ini adalah beberapa contoh santun di keluarga yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

1. Berbicara Menggunakan Bahasa yang Sopan kepada Orang Tua

Perilaku santun yang pertama adalah berbicara memakai bahasa yang sopan dan halus kepada ayah dan ibu. Hendaknya kita memakai kata-kata yang bagus, tidak kasar, dan tidak melukai hati orang tua. Selain itu, saat berbicara harus dengan nada yang lembut dan tidak boleh kasar atau keras.

2. Patuh dan Taat terhadap Orang Tua

Yang kedua, sopan santun ditunjukkan dengan membiasakan diri patuh dan taat terhadap kedua orang tua di rumah. Taat dan patuh artinya melaksanakan apa yang diperintahkan, tidak membantah, bersikap baik, dan mau menerima masukan dari orang tua.

3. Tidak Memotong Pembicaraan saat Orang Tua sedang Berbicara

Santun juga berkaitan dengan hal-hal sederhana, seperti tidak menyela ketika orang tua kita sedang berbicara. Hendaknya anak mendengarkan orang tua bicara atau menunggu sampai orang tua selesai berbicara, baru kemudian boleh bertanya / berbicara kepada orang tua.

4. Mengucapkan Salam ketika Pulang ke Rumah

Ketika kita pulang dari sekolah, bekerja, atau bepergian, maka hendaknya kita mengucapkan salam terlebih dahulu kepada orang yang ada di rumah (ayah, ibu, kakak, adik, kakek). Ucapan salam mengandung doa untuk keselamatan dan juga membiasakan salam merupakan bentuk dari berperilaku santun di lingkungan keluarga.

5. Meminta Izin Sebelum Memakai Barang Anggota Keluarga di Rumah

Misalnya kita ingin memakai barang milik ayah, ibu, kakak, atau adik, maka hendaknya kita meminta izin terlebih dahulu kepada yang punya. Jika mereka sudah memberi izin, maka kita baru boleh memakai barang tersebut dengan tetap berhati-hati dan tidak merusaknya.

6. Berkata Jujur dan Tidak Berbohong terhadap Anggota Keluarga

Contoh perilaku santun di keluarga selanjutnya adalah membiasakan diri berbicara jujur, artinya kita berbicara apa adanya sesuai fakta dan kebenaran. Kita tidak boleh berbohong atas suatu hal kepada anggota keluarga di rumah.

7. Mendengarkan ketika Orang Tua Berbicara

Saat orang tua sedang berbicara atau menasihati, maka kita harus mendengarkan dengan baik dan jangan menyela pembicaraan. Apa yang dibicarakan orang tua biasanya demi kebaikan anak, oleh sebab itu kita harus menerima dan mematuhi apa yang dikatakan ayah dan ibu.

8. Berpamitan dan Mencium Tangan Orang Tua ketika Hendak Pergi

Misalnya hendak pergi ke sekolah atau ke tempat kerja, maka anak harus berpamitan terhadap orang tua di rumah, mencium tangan orang tua, dan tak lupa mengucap salam. Kebiasaan baik ini termasuk perilaku yang mencerminkan sopan santun di rumah.

Baca juga : contoh sikap menghormati guru di sekolah

9. Mengetuk Pintu ketika Ingin Memasuki Kamar Orang Tua

Hendaknya anak punya sopan santun dalam aspek yang sederhana seperti mengetuk pintu sebelum memasuki kamar orang tua. Jika orang tua sudah mengizinkan, maka anak baru boleh memasuki ruangan milik orang tua.

10. Bersikap Lemah Lembut terhadap Orang Tua dan Anggota Keluarga

Santun berarti sikap baik dan halus, oleh sebab itu kita harus selalu bersikap lemah lembut terhadap ayah dan ibu di rumah. Bersikap lemah lembut bertujuan untuk menyenangkan hati orang tua dan sebagai bentuk penghormatan kepada orang tua.

11. Melaksanakan Perintah Orang Tua dengan Baik

Ketika berada di lingkungan keluarga, kita harus mematuhi orang tua dengan selalu melaksanakan apa yang diperintahkan dan tidak membantahnya. Sikap baik ini harus dibiasakan agar kita menjadi pribadi yang taat terhadap orang tua.

12. Tidak Memerintah Orang Tua

Anak tidak boleh memerintah orang tua karena hal tersebut tidak sopan. Sebaliknya, anak harus melaksanakan perintah orang tua dengan baik dan tidak membantah karena orang tua memberi perintah demi kebaikan anaknya.

13. Membantu Orang Tua di Rumah

Membantu pekerjaan orang tua di rumah termasuk cerminan dari perilaku santun, sebab santun memiliki definisi belas kasih dan suka menolong. Kita bisa membantu hal-hal sederhana di rumah seperti menyapu lantai, mencuci, dan sebagainya.

14. Tidak Berbicara Kotor dan Menyinggung Anggota Keluarga

Contoh perilaku santun di rumah selanjutnya adalah tidak berbicara menggunakan kata-kata yang kotor dan dapat menyinggung perasaan anggota keluarga di rumah. Menjaga perkataan termasuk hal yang harus kita biasakan agar tidak menyakiti hati orang lain, terutama anggota keluarga sendiri.

15. Menolong Anggota Keluarga yang Mengalami Kesulitan atau Tertimpa Masalah

Bila ada anggota keluarga yang mengalami kesulitan atau masalah, maka hendaknya kita menolong dengan ikhlas dan tanpa pamrih. Sikap suka menolong termasuk cerminan dari perilaku santun yang penting untuk dibiasakan agar kita punya rasa kepedulian terhadap keluarga maupun orang lain.

16. Tidak Bertindak Kasar terhadap Anggota Keluarga

Sikap santun jauh dari hal-hal yang keras dan kasar. Oleh sebab itu, kita tidak boleh bertindak kasar dan menyakiti secara fisik anggota keluarga yang ada di rumah. Sebaliknya, kita harus bersikap lemah lembut dan halus agar tercipta kebahagiaan dan kerukunan di rumah.

17. Merawat Anggota Keluarga jika Ada yang Sakit

Selanjutnya, jika ada anggota keluarga yang sedang sakit, maka hendaknya kita merawat dan menemani mereka. Sikap peduli terhadap keluarga memang sangat penting karena keluarga adalah orang yang sangat berharga bagi hidup kita.

18. Menyayangi Anggota Keluarga yang Lebih Muda

Dengan anak atau adik di rumah, hendaknya yang lebih tua menyayangi yang lebih muda. Sikap menyayangi anggota keluarga yang lebih muda bisa dilakukan dengan banyak cara, misalnya berbuat baik, menyenangkan hati keluarga, mengajari hal baik, dan membiasakan sikap lemah lembut.

Baca juga : kritik dan masukan untuk guru

19. Menghormati Anggota Keluarga yang Lebih Tua

Selain menyayangi yang lebih muda, kita juga harus menghormati yang lebih tua di rumah, misalnya kepada ayah, ibu, kakak, atau kakek. Menghormati keluarga yang lebih tua bisa dilakukan dengan patuh, taat, mendengarkan nasihatnya, serta berbicara dengan sopan.

20. Meminta Maaf kepada Anggota Keluarga jika Melakukan Kesalahan

Jika kita melakukan sebuah kesalahan terhadap anggota keluarga di rumah, maka kita harus mengakui kesalahan tersebut dan segera minta maaf. Jangan sampai pura-pura tidak salah dan merasa benar sendiri, sebab hal ini bisa merusak hubungan baik dalam keluarga.

Akhir Kata

Demikian pembahasan artikel kali ini tentang contoh perilaku santun di keluarga yang harus dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan sikap sopan santun, maka akan tercipta kebahagiaan, kehidupan yang tenteram, serta saling rukun dengan keluarga.

Artikel Terkait