Tujuan Penelitian Ini Adalah Menganalisis Kebutuhan Edukasi Guru Mengenai Informasi Bohong Hoaks

Tujuan Penelitian Ini Adalah Menganalisis Kebutuhan Edukasi Guru

Soal

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kebutuhan edukasi guru mengenai informasi bohong (hoaks) dan memberi upaya preventif dalam pencegahan hoaks di kalangan guru. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya program edukasi mengenai informasi berita bohong (hoaks) di kalangan guru agar guru tidak langsung menyimpulkan isi berita tanpa membaca secara rinci tentang isi berita.

Selain itu, guru lebih memiliki kesadaran literasi dalam mencari klarifikasi kebenaran tentang suatu hoaks, mengurangi penyebaran hoaks yang pesat, serta mampu menyebarkan kemampuan literasi digital ke peserta didik. Guru sebagai tenaga profesional memiliki peran strategis untuk mewujudkan visi penyelenggaraan pembelajaran.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membawa konsekuensi logis terhadap orientasi perkembangan profesionalitas guru. Simpulan penelitian ini adalah seorang guru perlu mempunyai kemampuan literasi digital sehingga mampu menyebarkan informasi yang benar.

Kata kunci: hoaks,guru , literasi, digital, edukasi Sumber : https://jurnal.ut.ac.id/index.php/vokal/article/view/3098

Diskusikanlah, bagaimana penggunaan bahasa dalam abstrak di atas? Jika abstrak di atas akan ditambahi sebuah simpulan, bagaimana simpulan yang tepat menurut saudara? Silakan berikan pendapat Anda dengan memberikan alasan yang logis dan teori pendukung dari buku atau hasil penelitian

Jawaban

Bahasa yang digunakan dalam abstrak di atas sudah sesuai dengan kaidah penulisan Bahasa Indonesia.

Kemudian untuk simpulan, abstrak di atas juga memiliki simpulan bahwa seorang guru harus memiliki kemampuan digital untuk dapat menyaring informasi dan menghindari berita bohong atau hoaks.

Alasan logis dari simpulan tersebut adalah guru merupakan seorang pendidik yang harus pandai memilah dan menyaring informasi agar informasi salah atau hoaks tidak tersebar di lingkungan guru maupun siswa.

Secara teori, guru adalah insan terpelajar yang lebih mampu memahami, memilah, serta menerima informasi ketimbang siswa.

Artikel Terkait